BOPTN Diterapkan Tahun Ini

  • PDF
Untitled document

Bojongsari, 12 Februari 2013-Pemberlakuan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi (BOPTN) sebagai amanat pelaksanaan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (UU Dikti) menjadi salah satu topik utama dalam Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2013 yang baru saja ditutup secara resmi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan (Pusbangtendik) Depok, Jawa Barat.

Biaya Kuliah Tunggal akan terdiri dari BOPTN dan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Dengan BOPTN, sebagian besar biaya operasional perguruan tinggi tidak lagi menjadi beban mahasiswa. Dengan begitu, akses pendidikan tinggi akan lebih terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Nantinya, mahasiswa PTN tidak perlu lagi membayar uang pangkal.

 

Mahasiswa baru cukup membayar uang SPP saja, tanpa biaya lainnya. Selain itu, BOPTN juga akan menumbuhkembangkan penelitian di perguruan tinggi. BOPTN akan menganggarkan 30% untuk penelitian. Dana tersebut dapat digunakan untuk PTN dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) telah melaporkan besaran UKT di kampus mereka. Sedangkan yang lainnya masih menentukan besaran tarif tersebut. “Semua perguruan tinggi harus mulai melaksanakan pada semester satu tahun akademik 2013/2014,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso usai penutupan RNPK 2013.

Kampus masih memiliki cukup waktu untuk menyusun standar biaya kuliah atau unit cost masing-masing perguruan tinggi. “Tarif ini seperti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang besarannya di bawah standar biaya kuliah karena dibayar pemerintah lewat Bantuan Operasional PTN,” imbuhnya.

Selain BOPTN dan UKT, berbagai implementasi terkait pelaksanaan UU Dikti dibahas di Komisi II. Beberapa pokok tema lain yang dibahas dalam komisi ini adalah Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan pelaksanaan Program Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi 2013.

Usai penutupan RNPK 2013, Dirjen Dikti berkesempatan menjadi narasumber talkshow tvedukasi dengan tema “Pendirian Perguruan Tinggi di Perbatasan”. Selain Djoko, Rektor Universitas Musamus, Merauke, Philipus Betaubun, Direktur Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng), Muhammad Milchan dan Wakil Direktur Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar), Jackriet Maluenseng. Djoko berharap pendirian perguruan tinggi baru di perbatasan mampu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut.

 Hasil-Diskusi-Komisi-II-RNPK-20132.pdf

Sumber: http://www.dikti.go.id/?p=8037&lang=id

Last Updated on Sabtu, 16 Februari 2013 21:50

Anda berada di: