Dahlan Iskan; Bisnis Pendidikan itu Menjanjikan

  • PDF

Di negara maju, rata-rata orang tua takut sama guru atau pada calon guru. Di Indonesia, juga sama. Mengapa demikian, karena orang tua takut jika anaknya tidak cerdas. Untuk itu juga mereka menaruh hormat pada guru. Hanya guru, yang mampu mengatasi rasa takut orangtua terkait kecerdasan anak mereka. Biasanya jika anaknya mau ujian, para orangtualah yang lebih takut ketimbang sang anak. Hal tersebut disampaikan Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan saat memberikan kuliah umum di Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (PPs UNM), 21 Oktober 2012.

Ketakutan inilah yang dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk berbisnis pendidikan, karena bisnis yang paling menguntungkan dan menjanjikan adalah bisnis dengan memanfaatkan ketakutan orang. " Orang itu jika sudah takut, harga itu tidak dihitung. Semakin dia takut, semakin dia tidak menghitung harga, harga nomor dua " katanya.

Sekarang ini, lanjutnya kursus apapun pasti menguntungkan dan laris manis, karena semua orang tua menginginkan anaknya bisa cerdas. Makanya mereka melakukan segala hal agar anaknya bisa cerdas. " Itulah juga penyebab saat ini sekolah semakin mahal, karena yang dieksploitasi adalah rasa takut, " paparnya.

Melihat fenomena itu, maka bisa dipaskitan profesi guru atau dosen adalah profesi yang sangat dicari dan diincar oleh masyarakat saat ini. Belum lagi, profesi ini menjadi perhatian serius pemerintah. Dibuktikan dengan peningkatan taraf hidup dan kompetensi guru dan dosen melalui sertifikasi.

Dalam kuliah umum yang bertemakan "Membangun Potensi Diri Menuju Kesuksesan Hidup", Dahlan juga mengungkapkan bahwa kemajuan Indonesia saat ini itu karena adanya 136 juta orang yang tidak lagi berpikir minggu depan mau makan apa.

Ke 136 juta orang inilah yang menjadi lokomotif kemajuan bangsa, hanya saja yang menjadi persoalan adalah orang-orang yang ingin menghambat kemajuan itu. " Ke 136 juta orang inilah yang membuat Indonesia terpaksa maju, " beber Dahlan.

Dahlan yang dikenal dengan sosoknya yang humanis ini juga mengungkapkan jika untuk membangun potensi diri diperlukan motivasi yang kuat. Misalnya dengan memotivasi diri bahwa segala potensi yang dimiliki mestinya diarahkan untuk mendapatkan kebahagiaan. " Kebahagiaan merupakan puncak pencaharian orang hidup di dunia ini, dimana kebahagiaan itu adalah gabungan antara rasa aman dan nyaman, " paparnya.

Last Updated on Selasa, 23 Oktober 2012 19:54

Anda berada di: