Pertamina Ajak Mahasiswa Ciptakan Ketahanan Energi

  • PDF

Bangsa Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah. Namun hal ini tidak menjamin ketersediaan energi tersebut bisa dinikmati generasi selanjutnya, jika tidak dikelolah dengan baik. Apa lagi 85% energi di Indonesia dikelolah oleh pihak asing, selebihnya 25% dikelolah oleh Pertamina.

Untuk memberikan pemahaman kepada mahasisma tentang peran mereka dalam menciptakan ketahanan energi, PT Pertamina Regional VII menyelenggarakan Pertamina Goes To Campus (PGTS) di Auditorium Amanagappa, Universitas Negeri Makassar, Selasa, 13 November 2012. Kegiatan ini diikuti 580 mahasiswa UNM dan juga dari beberapa universitas lain di Makassar.

GM Fuel Retail Marketing PT Pertamina Regional VII, Ageng Giriyono mengatakan  untuk mencapai ketahana energi yang mendukung perekonomian negara diperlukan usaha dan kerja keras. " Kami menyadari bahwa mahasiswa merupakan aset bangsa yang cerdas. "Untuk itu kami menyelenggarakan PGTC dengan harapan mahasiswa akan menjadi corong informasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat luas tentang pentingnya ketahanan energi, " harapnya

Sementara itu Rektor UNM,Prof Dr Arismunandar, MPd dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini bukan hanya merupakan dukungan Pertamina terhadap aktifitas kampus, tapi jauh lebih penting bahwa pertamina telah menunjukkan bahwa mereka adalah perusahaan yang care terhadap mahasiswa. "Kegiatan ini penting untuk menjembatani pihak pertamina untuk memberikan pemahaman kepada mahasiwa tentang kebijakan-kebijakan yang diambil utamanya terkait kenaikan harga BBM, " sebut Arismunandar.

Hal ini, lanjut Arismunandar bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa dalam menciptakan ketahanan energi. " Dari kegiatan ini diharapkan mahasiswa bukan hanya mampu mempertahankan energi tetapi juga mampu mengembangkan dan menemukan energi terbarukan, " ujarnya.

Kegiatan yang mengangkat tema 'Kaum Muda Intelektual; Menciptakan Ketahanan Energi untuk Negeri menghadirkan 3 narasumber yakni; Imran Mustafa (Eksternal Comunication, PT Pertamina), Chandra Budi Tapamahu (HR Rekrutmen Area Manager Sulawesi, Pertamina) dan Prof Dr Muh. Asdar Muis, MSi (Ketua Umum Asosiasi Doktor Ekonomi Indonesia)

Imran Mustafa dalam pemaparannya mengungkapkan bahwa saat ini usaha Pertamina saat ini sangat dibatasi oleh UU No 22 tahun 2001 dimana dalam UU tersebut mengatur kebijakan tentang kepengolahan migas di Indonesia. Saat ini Pertamina hanya sebagai pemain biasa karena mulai dari sektor hilir hingga hulur terbuka bagi operator manapun untuk mengelolahnya. Sehingga pihak asing mempunya peluang untuk mengelolah migas di Indonesia. " Secara SDM, Pertamina mampu untuk mengelolah semua itu, hanya saja tidak diberi kesempatan, " keluhnya

Untuk rekturment di Pertamina menurut Chandra, sekitar 5-10 tahun kedepan akan merekrut karyawan, ada dua cara rekrutment yakni college shoping (pihak pertamina mendatangi kampus-kampus untuk mencari lulusan universitas yang sesuai dengan kebutuhan pertamina yang kedua adalah online shoping dimana para kandidat cukup membuka website Pertamina, kemudian mencari infonya di kolom rekrutmen. " Gaji untuk karyawan baru di Pertamina itu berkisar Rp 6-9 juta/bln, " terangnya.

Asdar sendiri menegaskan bahwa mahasiswa harus paham bahwa kita adalah negara terkaya dan termakmur di dunia hanya saja 85% migas di Indonesia dikuasai pihak asing sementara pertamina hanya 15%. Kedepannya diharapkan blok-blok migas yang dikuasai pihan asing kedepannya tidak lagi diperpanjang kontraknya dan diserahkan pengelolaannya kepada Pertamina. "Saat ini ada 26 blok migas yang dikelolah pihak asing, " bebernya.

Pada kesempatan ini Pertamina memberikan bantuan untuk perbaikan ruang lembaga kemahasiswaan UNM senilai 50 juta. Juga dirangkaikan dengan nonton bareng film Kita VS KPK.

Anda berada di: