Kajian Kontemporer, UKM Menwa Bahas Filsafat Pancasila

  • PDF

menwaaaaUNM- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Resimen Mahasiswa (Menwa) Satuan 702 Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan kajian kontemporer pada Senin (09/10) di markas Komando Satuan 702 Universitas Negeri Makassar, Jl. Cokonuri no. 66 dengan tema “ Filsafat Pancasila”.

Kegiatan ini dilakukan secara rutin tiap minggunya dan diikuti oleh pengurus struktural UKM Menwa.  Kajian ‘Filsafat Pancasila’ dibawakan oleh M. Yunasri Ridhoh atau yang kerap disapa Kak Ari, selaku Ketua Umum Maperwa UNM.

Menurutnya Pancasila Merupakan pandagan hidup dalam berbangsa dan bernegara Indonesia karena mencangkup lima dasar falsafah lahirnya Indonesia yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan atau demokrasi dan keadilan.Ada beberapa hari penting peringatan Pancasila mulai 1 Juni hari lahirnya pancasila dan 1 Oktober yang diperingati sebagai hari kesaktian pancasila, sedangkan pancasila sendiri resmi menjadi dasar Negara kebangsaan Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945 yang disahkan oleh PPKI.

Bung Karno merupakan tokoh pencetus Pancalisa menegaskan bukan berasal dari dirinya akan tetapi merupakan anugrah tuhan yang dititipkan kepadannya dan menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila digali dari bumi pertiwi Indonesia, dengan kata lain Pancasilah lahir dari kehidupan sosiologis masyarakat Indonesia sendiri.

Pancasila merupakan ideologi yang Plural, beragam atau majemuk, dimana kemajemukan masyarakat Indonesia dapat dilihat dari keyakinan, bahasa, ras dan budaya dirangkum dalam nuansa  Bhineka Tunggal Ika menjadi satu Negara Kesatuan Republik Indonesia diikat dalam Pancasila dan UUD NRI 1945. Kemajemukan bangsa Indonesia merupakan anugrah yang dititipkan sang pencipta dan menjadi tantangan bagi setiap generasi untuk mempertahakannya.

Sejak zaman dahulu, wilayah-wilayah di nusantara ini mempunyai beberapa nilai yang dipegang teguh oleh masyarakat seperti percaya terhadap tuhan dan toleran, gotong royong, musyawarah, dan solidaritas atau kesetiakawanan sosial itulah menurut pemateri yang harus kembali digali dalam kehidupan bermasayarakat terutama di lingkungan kampus Universitas Negeri Makassar.

Bagaimana misalnya nilai Gotong Royong selalu diterapkan di setiap sendi kehidupan masyarakat bukan tidak mungkin bangsa Indosesia mampu menjawab setiap problematika yang ada di era Modern ini.

“Terkait kajian filsafat pancasila yang di jelaskan oleh pemateri saya dapat mengetahui makna pancasila sebagai ideologi berbangsa dan bernegara. Sehingga dapat merubah diri saya pribadi untuk menjalankan nilai- nilai pancasila.” Ucap Andi Kahar Muzakkar.

Last Updated on Rabu, 11 Oktober 2017 10:17

Anda berada di: