Mahasiswa UNM Wakili Sulsel Diajang Heritage Camp 2013

  • PDF
Untitled document

Sebanyak 30 mahasiswa dari beberapa universitas yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia berkumpul di kota Yogyakarta . Mereka menghadiri kegiatan Heritage Camp 2013 yang berlangsung dari tanggaL 22-25 Februari 2013, berpusat di pondok pemuda Ambarbinangun, Yogyakarta.Muh. Hasbi, mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM)  menjadi salah satu finalis dari kegiatan ini. Dia juga merupakan perwakilan tunggal asal Sulawesi Selatan. Mahasiswa Fakultas Teknik UNM ini terpilih menjadi peserta setelah melalui tahap seleksi nasional.

 


Dirinya mengungkapkan bahwa betapa pentingnya sebuah budaya sehingga harus dilestarikan.  “Warisan kebudayaan Indonesia sangat besar, kalau bukan kita khususnya kaum muda yang melestarikannya, siapa lagi?, ” ungkapnya.


Kegiatan yang bertajuk Indonesia Pusaka ini diselenggarakan oleh LONTARA (Lagaligo for Nusantara) bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada dan American Council serta Badan Pelestarian Pusaka Indonesia(BPPI). Kegiatan yang mengangkat tema “Konservasi Kreative oleh Pemuda” bertujuan untuk memberikan ilmu dan pengetahuan tentang konservasi budaya di Indonesia dalam menyambut Heritage Day yang di peringati setiap tahunnya diseluruh dunia pada 18 Aprilmendatang. “ Saya bangga bisa mewakili UNM di ajang ini dan berharap di setiap ajang tahunan ini ada perwakilan dari UNM, “ kata Hasbi.


Para pembicara yang hadir mulai dari akademisi, Filolog, seniman, komikus serta budayawan turut andil dalam membagi pengalaman, ilmu dan pengetahuan tentang konservasi budaya dalam kegiatan ini. Para peserta dibekali dengan pengetahuan tentang cara konservasi budaya yang baik. Para peserta langsung mengaplikasikannya dengan mengunjungi dan observasi Omah UGM dan candi ijo lalu presentasi ide konservasi untuk kedua objek cagar budaya tersebut.


Akhir Acara dengan Action Plan per wilayah (Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Papua) dengan mempresentasikan program konservasi daerah asal peserta dan Cultural Night dengan menampilkan ragam budaya masing-masing daerah yang dihadiri oleh ketua Pusat Pelestarian Budaya Arsitektur dan Badan Pelestarian Budaya Indonesia(BPPI) serta berbagai komunitas pemerhati Kebudayaan yang ada di Provinsi Yogyakarta.

Last Updated on Juma't, 01 Maret 2013 13:40

Anda berada di: