Orientasi PPG Bersubsidi, Rektor UNM Bekali Tiga Kompetensi Utama Guru Profesional

  • PDF

DSC_0530UNM- Sebanyak 77 calon guru mengikuti orientasi akademik Pendidikan Profesi Guru (PPG) prajabatan bersubsidi di Universitas Negeri Makassar yang di pusatkan di Ballroom B Menara Pinisi, Rabu (18/10). Kegiatan yang rencananya akan digelar selama 3 hari ini dibuka langsung oleh Rektor UNM Prof. Dr. Husain Syam, M.TP sekaligus memberikan kuliah umum.

Direktur Program Pengembangan Profesi Guru (P3G) Prof. Dr. Ramli Umar, M.Si mengungkapkan 77 orang peserta yang mengikuti orientasi ini berasal dari berbagai universitas yang telah menyandang gelar sarjana yang terdiri dari 4 program studi. "Rinciannya, dari prodi penjaskesrek ada 21 orang, teknik kimia 27 orang, teknik penangkapan ikan 11 orang, dan teknik elektronika sebanyak 18 orang", ungkapnya.

Ia juga menuturkan bahwa para calon guru ini akan mengikuti PPG selama satu tahun atau dua semester terhitung mulai 23 Oktober mendatang. "Jadi, 23 Oktober nanti bakal dimulai perkuliahan awal. Orientasi hari ini juga sudah termasuk 4 sks", tuturnya.

Sementara itu, Rektor UNM Prof. Husain mengatakan bahwa untuk menjadi guru nantinya harus memiliki sertifikat pendidik yang bisa dimiliki dengan mengikuti program PPG. Menurutnya, seorang guru dikatakan profesional ketika memiliki kompetensi pembelajaran, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian.

"Tiga kompetensi utama yang harus dimiliki seorang guru profesional ketika ia mampu merencanakan dengan matang proses pembelajaran, dan juga mampu menjadi panutan di lingkungan sosial tanpa mengabaikan sikap disiplin dan jujur sehingga bisa menjadi teladan bagi orang-orang disekelilingnya", lanjutnya.

Dengan adanya kegiatan orientasi ini, Prof. Husain berharap agar proses pelaksanaannya terus dikawal dengan baik agar bisa melahirkan guru yang profesional dibidangnya yang akan mencetak generasi unggul.

"Ikuti proses perkuliahan dengan sungguh-sungguh apalagi PPG ini disubsidi agar kalian bisa menjadi guru profesional yang akan melahirkan generasi emas untuk Indonesia yang lebih baik", pungkasnya.

Anda berada di: