kadın doğum doktoru gebelik hafta hafta gebelik kadın doğum kadın doğum uzmanı istanbul kadın doğum doktoru bahçelievler kadın doğum doktoru normal doğum kadın hastalıkları sezeryan doğum hamilelik belirtileri

Daya Serap Mahasiswa UNM Dibalik Citra UNM

Untitled document

UNM – Sabtu, 7 september 2013 LPM PENALARAN UNM melaksanakan seminar nasional yang dirangkaikan dengan seminar hasil penelitian eksternal bidang penelitian dan pengembangan (LITBANG) LPM PENALARAN UNM bertempat di gedung pasca sarjana UNM. Seminar hasil yang dihadiri oleh sekitar 500 peserta tersebut menyajikan 6 hasil penelitian yang salah satunya merupakan penelitian rekomendasi dari Pembantu Rektor III Universitas Negeri Makassar yakni Prof. Heri Tahir, berupa penelitian mengenai pengaruh citra UNM terhadap keterterimaan lulusan UNM dalam dunia kerja.

 

Peneliti dari bidang LITBANG LPM PENALARAN menyambut baik rekomendasi penelitian tersebut, sehingga diusulkan judul yaitu “Pengaruh Citra Kampus Universitas Negeri Makassar Terhadap Daya Serap (Seleksi) Lulusan UNM Di Perusahaan-Perusahaan Besar Di Kota Makassar”. Adapun tim peneliti dari penelitian ini ialah St. Sarah Jacob dari Jurusan Psikologi, Yusri dari Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman dan Reskiwati Salam dari Jurusan ICP Matematika.

Penelitian tersebut dilatar belakangi oleh berbagai munculnya statement di masyarakat bahwa mahasiswa dari lulusan UNM sulit untuk diterima kerja dalam suatu perusahaan atau instansi tertentu, khususnya perusahaan-perusahaan besar yang ada di kota Makassar dikarenakan berbagai aksi demonstrasi dan tawuran yang sering kali dilakukan oleh mahasiswa UNM, dimana aksi tersebut seringkali berujung bentrok dan tindakan anarkis yang menyebabkan pengrusakan hingga hilangnya nyawa seseorang. Maraknya pemberitaan buruk mengenai kampus UNM menyebabkan citra atau reputasi Universitas Negeri Makassar menuai banyak kekecewaan dan kecaman di mata publik, bahkan peneliti menilai bahwa  tidak sedikit dari kalangan UNM sendiri yang mengeluarkan statement bahwa berkas lamaran kerja dari mahasiswa lulusan UNM akan diletakkan paling bawah oleh pihak perusahaan ketika akan merekrut atau menyeleksi calon karyawan, hal tersebut dikarenakan lulusan dari UNM telah di black list oleh beberapa instansi atau perusahaan.

Pandangan miring dan citra yang buruk di mata masyarakat mengenai kampus UNM sebagai salah satu lembaga pendidikan yang kerap kali berbuat anarkis tentu akan merugikan kampus yang memiliki 9 fakultas tersebut karena kesan negatif akan melekat pada kampus tersebut. Oleh sebab itu, untuk menjawab berbagai hal yang merisaukan seluruh kalangan di UNM, maka peneliti mencoba untuk membuktikan secara empiris mengenai kebenaran akan statement yang muncul di masyarakat tersebut bahwa lulusan UNM sulit diterima kerja dan akan dijadikan sebagai pilihan terakhir oleh perusahaan-perusahaan yang ada di kota Makassar, maka peneliti mengambil 10 sampel perusahaan-perusahaan besar yang ada di kota Makassar untuk diteliti.

Setelah peneliti melakukan wawancara dan pemberian kuisioner di peroleh hasil bahwa citra UNM memang berpengaruh terhadap daya serap (seleksi) lulusan UNM pada perusahaan-perusahaan besar yang terdapat di kota Makassar, akan tetapi hal tersebut tidak berpengaruh secara signifikan dalam artian tidak menjadi dasar dan prioritas bagi perusahaan untuk menyeleksi seorang calon karyawan, hal tersebut dikarenakan pihak perusahaan tetap mengikuti standar prosedur perekrutan dan penyeleksian calon karyawan. Pihak dari perusahaan-perusahaan tersebut mengedepankan objektifitas, yaitu berdasarkan pada pribadi, kemampuan dan keterampilan dari pelamar yang akan disesuaikan dengan kriteria yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka statement buruk yang banyak beredar di masyarakat tersebut dapat terbantahkan, akan tetapi hal tersebut harus dijadikan bahan pembelajaran untuk instrokspeksi diri akan pentingnya untuk menjaga citra atau reputasi dari kampus UNM, karena publik akan senantiasa memantau perkembangan dari kampus tercinta kita, sehingga tuntutan untuk menjaga citra/reputasi tersebut menjadi sesuatu yang mendesak.

Leave a Reply