Prof. Dr. H. Arismunandar, M.Pd: Jadilah Inspiring Teacher!

1

Untitled document

1UNM – Begitulah pesan Rektor Universitas Negeri Makassar kepada para guru, kepala sekolah, pengawas dan dosen yang akan menjadi fasilitator modul pembelajaran II USAID PRIORITAS di Hotel M Regency, Makassar, (22/4). Menurutnya, menguasai ilmu memang penting bagi para guru, namun yang lebih penting  bisa menginspirasi siswa-siswa berpikir  besar dan memiliki cita-cita yang tinggi. Para guru diharapkan bisa selalu memberikan pujian dan kata-kata positif pada siswanya. “Menepuk-nepuk punggung siswa dan mengatakan hal yang positif pada siswa, walaupun sepele

,   bisa membuat siswa lebih percaya diri dan meningkatkan penghormatan atas dirinya,” Hal-hal kecil tersebut, menurutnya, akan  membangun karakter dan menginspirasi  siswa untuk senantiasa termotivasi ketika menghadapi tantangan di masa depan.

Rektor yang juga pernah menjadi peserta pelatihan USAID PRIORITAS ini juga mengatakan bahwa kurikulum 2013 yang berusaha membangun karakter siswa selaras dengan pelatihan yang akan diterima para peserta. “Saya menjanjikan kalau ada peserta  terbaik, nanti akan bebas lulus tes di post graduate UNM,” ujarnya, yang disambut dengan tepuk tangan oleh semua peserta.

2

Selain memberikan sambutan, Rektor UNM juga membuka acara dengan memukul gong ditemani oleh Jamaruddin Provincial Coordinator USAID PRIORITAS, Amir Mallarangan, Teacher Training Officer USAID PRIORITAS.

Mengutip pernyataan Dirjen Dikti, Prof. Djoko Santoso, Provincial Coordinator Jamaruddin dalam sambutannya mengatakan bahwa pembelajaran USAID PRIORITAS meneguhkan demokratisasi dalam pendidikan. Untuk membuat siswa memiliki rasa tanggung jawab dan menjadi kreatif, metode jaman dulu yang teacher centered diubah menjadi student centered.  “Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan ini, jangan pernah ada pamrih. Pada akhirnya yang akan menikmati kemajuan dan perkembangan nanti adalah anak-anak kita,” ujarnya pada semua peserta pelatihan.

Pelatihan yang dilaksanakan selama delapan hari ini (22-29 April) diikuti oleh 66 fasilitator dari tiga daerah kohor 1 USAID PRIORITAS Bantaeng, Wajo dan Maros, dan dua daerah ex DBE Pinrang dan Enrekang. Dua belas dosen dari UNM dan UIN juga ikut dalam pelatihan ini, juga enam orang dari Kemenag dan Dinas Pendidikan. Total peserta semuanya adalah 89 orang.

Para peserta akan dilatih untuk lebih jauh mengelola pembelajaran secara efektif dengan melayani perbedaan individu tiap siswa.  Pelatihan juga bertujuan memainstreamkan kesadaran gender pada para trainee (peserta)  agar diterapkan semenjak dini dan mendorong mereka untuk bisa membuat siswa inovatif dan kreatif dengan pertanyaan-pertanyaan tingkat tinggi. Tak kalah pentingnya adalah pembelajaran literasi.

Untuk menunjang tercapainya pembelajaran efektif tersebut, para trainee ini juga dibekali pengetahuan dan ketrampilan  tentang kepemimpinan sekolah yang efektif. “Tanpa dukungan kepemimpinan yang efektif, pembelajaran yang efektif tidak mungkin terlaksana,” ujar Jamaruddin. Disamping itu trainee juga dilatih untuk menghitung kersediaan dana sekolah untuk mendukung pembelajaran efektif tersebut. (mtj)

Translate »