Sekolah Mitra LPTK UNM dan UIN Dilatih Strategi Budayakan Membaca

Para_Peserta_sedang_meninjau_kemajuan_sekolah_lain_dalam_sesi_evaluasi_kemajuan_sekolah

Untitled document

Para_Peserta_sedang_meninjau_kemajuan_sekolah_lain_dalam_sesi_evaluasi_kemajuan_sekolahUNM – Sebanyak 110 pendidik, yang terdiri guru, kepala sekolah dan pengawas dari 18 sekolah mitra Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan UNM dan UIN Alauddin mendapatkan Pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah selama dua hari di Hotel Maleo, Makassar (8-9/10). “Salah satu tujuan pelatihan agar para peserta mengenal lebih jauh tentang pentingnya kepemimpinan dalam sekolah untuk mensukseskan pembelajaran,” ujar Dr. Nensilianti, dosen Universitas Negeri Makassar yang bertindak sebagai penanggung jawab program.

 

“Para pendidik, terutama kepala sekolah memiliki tanggung jawab yang amat besar, baik secara kelembagaan, kurikulum, sumberdaya manusia, dan dalam hubungannya dengan masyarakat. Peranan mereka sangat vital dan harus dipahami secara baik,” ujarnya

Pelatihan juga bertujuan menjadikan budaya baca bagian integral sekolah. Para peserta diberikan pemahaman dan berbagai strategi agar sekolah bisa mengembangkan budaya minat baca. “Di tengah era serba digital dan komputer ini, budaya baca semakin memiliki banyak tantangan,” ujar Jamaruddin Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sulawesi Selatan disela-sela pelatihan.   

Mengutip dari Neil Geiman, sorang penulis Inggris,   lebih lanjut ia meengatakan bahwa budaya baca terhadap karya-karya fiksi adalah sangat penting. “Karya fiksi menjadi pintu gerbang pertama kecintaan anak-anak untuk membaca. Berikan dulu mereka karya fiksi. Kalau mereka sudah senang membaca, maka itu langkah  pertama menuju peningkatan kualitas anak didik.”

Menurutnya fiksi menjadikan orang mampu berimajinasi dan kreatif. “Negara-negara maju di dunia ini, kaum mudanya adalah kaum muda pembaca fiksi. Oleh karena itu, selain melatihkan strategi budaya baca, USAID PRIORITAS juga menyumbangkan buku-buku karya fiksi ke sekolah,” ujarnya.  

Dalam pertemuan tersebut, para peserta diminta mengidentifikasi berbagai strategi membangun minat baca. Di antara strategi-strategi yang dilakukan antara lain dengan mengadakan jam tambahan membaca di sekolah, membangun sudut baca, memberikan hadiah bagi siswa yang rajin membaca, mengadakan lomba resensi buku dan sebagainya. “Sudah saatnya kita semua ikut mengarusutamakan budaya baca di masyarakat. Lihat masyarakat negara maju, dimana-mana mereka terbudayakan untuk membaca,”ujar Widya, dosen UNM sekaligus fasilitator pelatihan tersebut.

Translate »