kadın doğum doktoru gebelik hafta hafta gebelik kadın doğum kadın doğum uzmanı istanbul kadın doğum doktoru bahçelievler kadın doğum doktoru normal doğum kadın hastalıkları sezeryan doğum hamilelik belirtileri

Psikologi UNM Bina Narapidana Lapas Makassar

Untitled document

lapas-unm2UNM – Model Pembinaan Warga Binaan Narapidana merupakan program kerjasama Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Lembaga Permasyarakatan (LAPAS) Makassar. Program yang dilaksanakan di Lapas yang bertempat di Jl. Sultan Alauddin tersebut bertujuan untuk memberi pembinaan bagi seluruh narapidana, baik dalam bentuk spiritual, psikologi, maupun wirausaha. Program ini merupakan salah satu program kerja yang pernah disepakati dalam MOU antara UNM dan Lapas Makassar.

 

Fakultas Psikologi UNM turut mengambil peran dalam kegiatan tersebut. Ahmad Razak, selaku Dosen Fakultas Psikologi UNM bersama beberapa mahasiswa yang dibentuk dalam satu tim pelaksana telah melakukan proses pembinaan sebanyak tiga kali kunjungan. Kunjungan pertama kali pada hari Sabtu (07/03/2015) dimulai dengan proses pemetaan yang turut disaksikan langsung oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoly.

lapas-unm3

lapas-unm6

Tahap awal program pembinaan warga narapidana ini yaitu pemetaan kompetensi, kemampuan dan keterampilan, bahkan masalah-masalah psikologis yang dialami narapidana selama di Lapas. Bukan hanya dosen namun mahasiswa juga ikut andil dalam pelaksanaan kegiatan ini. Salah satu mahasiswa yang turut membantu tim pelaksana dari Fakultas Psikologi UNM, Dimas Cakrawijaya, mengungkapkan bahwa program ini nantinya diharapkan mampu menjadikan para narapidana lebih produktif. “Jadi nanti keluaran yang diharapkan, narapidana yang sudah melelui proses pembinaan ini menjadi lebih produktif” ungkapnya.

Sebanyak kurang lebih 800 narapidana ikut serta dalam program ini yang terbagi ke dalam tiga golongan narapidana, yaitu: narapidana tindak pidana korupsi (tipikor), narapidana anak, dan narapidana umum. Program pembinaan ini dianggap baru dan spontan karena sebelumnya belum ada kegiatan awal sehingga para pelaksana kegiatan mengganggap belum mengetahui pola-pola pembinaan yang akan dilaksanakan. Pertemuan pihak universitas dilaksanakan beberapa kali dengan pihak Lapas hingga dibangun sebuah model yang akan diterapkan. Seluruh fakultas dalam lingkup UNM akan terlibat berdasarkan pemetaan kebutuhan narapidana dalam setiap aspek. “Kita minta apa kebutuhannya dalam hal spiritual, psikologi dan bahkan juga mungkin kewirausahaan. Jadi setelah dipetakan nanti kemudian diwadahi skill yang mereka miliki. Kalau ada yang kemampuannya mekanik, yang tangani ya Fakultas Tehnik nantinya, begitu juga dengan bidang yang lain,” jelas Ahmad selaku Dosen yang mempimpin tim dari Fakultas Psikologi UNM. (SRY).

Leave a Reply