Peran Ganda Perempuan Menciptakan Pergeseran Nilai dalam Keluarga

kadın doğum doktoru gebelik hafta hafta gebelik kadın doğum kadın doğum uzmanı istanbul kadın doğum doktoru bahçelievler kadın doğum doktoru normal doğum kadın hastalıkları sezeryan doğum hamilelik belirtileri

Perempuan berkiprah di ranah publik dan domestik adalah hal yang lazim kita temui. Peran ganda perempuan pada dua ranah tersebut, pada akhirnya menciptakan pergeseran nilai dalam keluarga.

Pergeseran nilai dalam keluarga yang terjadi akibat peran ganda yang dijalani perempuan, mengantarkan Drs. M. Ali Latief, M. Pd., meraih gelar Doktor dalam bidang Ilmu Sosiologi. Pengukuhan Doktor dalam Bidang Ilmu Sosiologi bagi Drs. M. Ali Latief, M. Pd., berlangsung di Lantai 3 Gedung Rektorat UNM, pada Senin, 31 Mei. Dosen tetap pada FIP UNM ini, mengangkat judul disertasi “Peran Ganda Perempuan (Studi pada 5 Perempuan Berkeluarga Bekerja sebagai PNS di Kota Makassar)”.

Sidang Ujian dipimpin oleh Pembantu Rektor I UNM, Prof. H. Sofyan Salam, M. A., Ph. D.. Sidang Ujian Promosi Doktor ini meluluskan Drs. M. Ali Latief M. Pd., sebagai alumni PPs UNM yang ke-43 sekaligus alumni Program Studi Sosiologi yang ke-11. “M. Ali Latief berhasil lulus dengan IPK 3.54, atau predikat memuaskan,” sebut Ketua Sidang Ujian, Prof. H. Sofyan Salam, M. A., Ph. D. saat membacakan yudisium.

Perempuan dan Peran Ganda

Perempuan berkeluarga yang berperan ganda sebagai individu senantiasa menyesuaikan diri dengan komponen lingkungan tersebut meskipun seringkali menghadapi tekanan dari lingkungannya. Ketika mendapatkan tekanan dari lingkungan, perempuan akan melakukan adaptasi diri, yang berarti mengubah diri sesuai keadaan lingkungan dan juga mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan diri.

“Peran ganda perempuan membawa dampak pada pergeseran nilai dalam keluarga, berupa perubahan struktur fungsional dalam kehidupan keluarga seperti pola penggunaan waktu dan kegiatan untuk keluarga, urusan rumah tangga, pekerjaan, sosial ekonomi, pengembangan diri dan pemanfaatan waktu luang,” ungkap M. Ali Latief, membacakan kesimpulan disertasinya.

“Pola pembagian tugas dalam keluarga didasarkan pada status individu yang ada dalam keluarga, peran ganda yang dijalani perempuan membuat beban kerja dan kebutuhan alokasi waktu bagi perempuan bertambah akibat beban kerja yang bertambah. Pola pengambilan keputusan yang menyangkut belanja pasar didominasi perempuan,” lanjut pengelola PPL UNM ini.

Peran ganda yang dijalani perempuan membuat pola interaksi dengan keluarga berlangsung timbal balik dan saling membutuhkan baik ketika berada di dalam maupun di luar rumah. Adapun Pola pengelolaan pendapatan dan pemanfaatan pendapatan keluarga didasarkan oleh tanggungjawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Peran ganda perempuan adalah sesuatu yang dapat disimak, diobservasi, dan merupakan fenomena yang bersifat inter subyektif. Peran ganda perempuan membawa konsekuensi pada terjadinya perubahan pranata ataupun struktur sosial di dalam keluarga. Jika peran ganda perempuan menyumbang stabilitas keluarga atau masyarakat, maka hal itu dinilai fungsional dan disebut sebagai perubahan struktur fungsional dalam kehidupan keluarga.

Peran ganda perempuan berarti keterlibatan perempuan secara aktif dalam suatu proses pencapaian tujuan yang dilakukan oleh pribadi perempuan yang diorganisir berlandaskan kemampuan yang memadai, serta turut serta memutuskan tujuan. Peran ganda perempuan merupakan perilaku dan tindakan sosial yang diharapkan dapat menciptakan stabilitas dan harmoni dalam keluarga.

Keterlibatan perempuan melakoni peran ganda tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti adanya motivasi, keinginan yang kuat untuk mengaktualisasikan diri, adanya keyakinan dan penilaian positif terhadap diri sendiri akan kemampuan untuk melakukan hal-hal positif yang dapat membawa pada keberhasilan di masa yang akan datang.

Setiap perempuan sebagai pribadi memerlukan hubungan dengan lingkungannya yang memotivasinya, merangsang perkembangannya atau memberikan sesuatu yang ia butuhkan. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan fisik, lingkungan psikis, serta lingkungan rohaniah yang dikandung oleh setiap individu.

Perempuan, ketika melihat adanya peluang untuk mengembangkan diri, dan mendapat dukungan dari lingkungan, akan berusaha berprestasi atau berusaha untuk maju. Peluang ini akan membuka kesempatan bagi perempuan berpindah strata. Kesempatan ini mendorong perempuan untuk maju bersaing dan bekerja keras untuk beralih ke strata yang lebih tinggi. (Humas UNM)